Card image cap
PUBLICATION > NEWS
29 Jul 2018
BAKTI Kominfo & Skyreach Pemulihan Komunikasi pada Gempa Lombok
Minggu, 29 Juli 2018 Pukul 06.47 WITA, telah terjadi Gempa Bumi Tektonik di Pulau Lombok dengan kekuatan Magnitudo 6,4 dimana goncangan gempa turut dirasakan di Pulau Bali dan Sumbawa.

Pusat gempa berada di 47 km timur laut Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat dengan kedalaman 24 km. Wilayah Lombok Utara dan Lombok Timur adalah wilayah yang mengalami tingkat kerusakan paling parah akibat gempa tektonik ini, kerusakan infrastruktur dan bangunan meliputi rumah, fasiltas pendidikan, tempat ibadah, fasilitas unit kesehatan, serta jembatan. 


Pemerintah Republik Indonesia menyatakan Masa Tanggap Darurat selama tiga hari dari waktu terjadinya gempa, berkoordinasi kepada semua Institusi terkait dengan bekerja sama dengan TNI, Polri memberikan bantuan logistik seperti matras, tenda, perlengkapan anak, perlengkapan lansia, makanan siap saji, dan lainnya untuk keperluan warga terkena bencana.


Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) menjadi salah satu bagian Institusi Pemerintah melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Informasi) bertanggung jawab terhadap ketersediaan akses komunikasi dan akses data pada lokasi bencana. Dalam hal ini BAKTI bekerja sama dengan para Mitra Penyedia (Internet Service Provider) melakukan pendistribusian fasilitas akses telekomunikasi data pada wilayah-wilayah bencana di Lombok. 


Skyreach telah menjadi salah satu bagian Mitra Penyedia BAKTI yang tidak terpisahkan, yaitu selama lebih dari 3 Tahun bersama-sama mewujudkan pemenuhan kebutuhan komunikasi data Internet melalui transmisi Satelit (VSAT) untuk Sekolah-Sekolah, Kantor Dinas Daerah, serta Instansi Fasilitas Kesehatan di seluruh pelosok Nusantara yang termasuk pada wilayah 3T (Terpencil, Terluar, dan Tertinggal) dimana sama sekali tidak terdapat fasilitas komunikasi data (Internet) sebagai perwujudan Pemerintah dalam menyediakan sarana telekomunikasi yang merata dan berkualitas bagi Negeri Indonesia.


Skyreach mendapat mandat dari BAKTI untuk berkontribusi aktif merespon situasi tanggap darurat penangan bencana gempa di Lombok. Skyreach dibawah koordinasi BAKTI bekerja sama dalam menyediakan pemenuhan ketersediaan akses data komunikasi Internet melalui koneksi VSAT (Satelit) pada beberapa wilayah terdampak gempa, khususnya pada wilayah Lombok Timur dan Lombok Utara. 


KEBUTUHAN 

Dalam rangka Penyediaan Komunikasi Data Internet untuk memudahkan pihak-pihak terkait dalam mengirimkan informasi dari lokasi bencana kepada Pemerintah Pusat, terkait situasi terkini dalam proses penanggulanan gempa Lombok, serta memudahkan komunikasi antar instansi dalam pendistribusian bantuan bagi para korban pada lokasi bencana gempa di wilayah Lombok.


TANTANGAN

Analisa Kondisi Lapangan dan Persiapan Perangkat VSAT

Senin, 30 Juli 2018 Skyreach melakukan Rapat Koordinasi Internal dalam rangka mempersiapkan infrastruktur koneksi VSAT (Satelit) untuk kebutuhan situasi tanggap darurat bencana di Lombok, dengan menganalisa serta mempertimbangkan segala situasi, kondisi serta resiko yang perlu diantisipasi ketika berada di Lombok. Dalam hal ini terkait dengan pemilihan peralatan dan perlengkapan yang tepat, sangat berpengaruh terhadap kecepatan pembangunan infrastruktur komunikasi data Internet yang disediakan oleh Skyreach, agar dapat segera digunakan serta dimanfaatkan secara maksimal ketika berada di lokasi bencana.


 Kondisi Lapangan

Ketersediaan komunikasi data Internet adalah yang sangat utama selama berada pada lokasi bencana. Dengan mengevaluasi segala kebutuhan serta risiko untuk layanan komunikasi adalah untuk menentukan apakah infrastruktur tambahan diperlukan demi mengurangi risiko kehilangan seluruh layanan telekomunikasi selama bencana. 


Dengan tingkat kerusakan Pulau Lombok yang mencapai angka 40%, akses kepada sarana telekomunikasi turut terpengaruh, khususnya layanan internet. Hal tersebut menghambat distribusi bantuan darurat yang akan dialokasikan di wilayah bencana, sehingga ketersediaan layanan komunikasi internet dalam waktu yang singkat turut menjadi kebutuhan yang darurat.


Sarana transportasi dan infrastruktur di wilayah bencana terhambat akibat runtuhnya bangunan dan rumah warga menjadi tantangan dalam pengalokasian kebutuhan, hal tesebut berdampak pada minimnya ketersediaan akses menuju wilayah bencana. 


 Potensi Gempa Susulan

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisa masih akan terjadinya gempa susulan dengan magnitudo bervariasi. Menurut BMKG, gempa bumi pada Minggu, 29 Juli 2018 bukanlah gempa utama, maka terdapat potensi yang tinggi akan berlangsungnya gempa susulan, gempa utama di Pulau Lombok beserta rawan akan cuaca esktrim. Dengan situasi lapangan yang rawan akan bencana, potensi adanya peningkatan wilayah yang turut terkena dampak dari gempa bumi juga meningkat. 


 Jangka Waktu Penempatan Perangkat

Dengan ada himbauan bahwa gempa utama belum terjadi, jangka waktu penempatan perangkat di wilayah bencana menjadi tentatif. Manfaat dan kegunaan dari perangkat yang disediakan harus mampu menunjang layanan dalam jangka waktu yang panjang. 


 Ketersediaan Listrik atau Genset (Generator Set)

Potensi gempa utama dengan magnitudo yang lebih besar dapat mengakibat padamnya listrik. Apabila hal tersebut terjadi, maka instalasi perangkat VSAT akan terhambat. Mengatasi hal tersebut, upaya preventif dilakukan Tim Skyreach dengan mempersiapkan alat pembangkit listrik dalam situasi darurat. 


 Persiapan Perangkat dan Keberangkatan Teknisi

Setelah koordinasi internal dilakukan, Team Skyreach segera melakukan persiapaan, salah satunya melakukan Quality Control untuk peralatan serta perlengkapan yang akan dibawa ke lokasi bencana Lombok, berupa antena, modem serta alokasi bandwidth pada HUB VSAT. Dalam hal ini Skyreach mengirimkan dua orang teknisi dari Jakarta dengan perangkat VSAT portabel AQYR, Agilis, dan 1m antena portabel dilengkapi kapasitas layanan data khusus dengan kanal pita (bandwidth) Ku-band sebesar 1Mbps Uplink dan 7Mbps Downlink dengan radius jangkauan hingga 100m untuk masing-masing wilayah. Prefensi penggunaan perangkat VSAT portabel dengan diameter 1m adalah:

1. Instalasi yang praktis;

2. Portable / mudah dipindahkan;

3. Memiliki kemampuan auto-pointing yaitu kemampuan pelacakan satelit secara otomatis dalam kurun waktu kurang dari 15 menit.    


SOLUSI ALAT KOMUNIKASI

Tahap Penyediaan Sarana Telekomunikasi Data

Kedatangan dua orang teknisi Skyreach dari Jakarta di Lombok pada Selasa, 31 Juli 2018 ditambah seorang engineer-on-site Skyreach yang telah tiba dilokasi Lombok, bekerja sama dengan perwakilan dari BAKTI dari Jakarta, bertemu dan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (KADIS) Lombok Timur untuk penempatan pengalokasian instalasi perangkat VSAT portabel. Tim Skyreach berkewajiban untuk melakukan aktivasi perangkat di Desa Madayin dan Desa Sembalun, Lombok Timur serta melakukan sosialisasi dengan polisi dan TNI setempat terkait pengamanan perangkat VSAT yang telah dipasang. 


 Lokasi 1: Desa Madayin

Setibanya Tim Skyreach didampingi oleh BAKTI dan KADIS di Desa Madayin pukul 16.00 waktu setempat setelah menempuh perjalanan selama 7 jam, proses instalasi dilaksanakan. Menggunakan sumber Listrik dari PLN, ketersediaan listrik di Desa Madayin masih dapat beroperasi, perangkat VSAT portabel AQYR diinstalasi dan akses komunikasi data kembali beroperasi dengan telah diaktivasikannya perangkat tersebut dalam waktu yang singkat. 

 

 Lokasi 2: Desa Sembalun

Pukul  20.00 waktu setempat Team Skyreach berserta Team Pendamping tiba di Desa  Sembalun dan segera melakukan instalasi perangkat VSAT portabel Agilis. Instalasi perangkat tersebut terlaksana dalam waktu yang singkat didukung dengan ketersediaan listrik dari PLN dan internet cepat dapat beroperasi.   


Pemeliharaan perangkat diperlukan untuk menjamin dan menjaga pengoperasian perangkat Skyreach. Untuk menyediakan layanan komunikasi internet yang lebih optimal, pemantauan terhadap situasi dan kondisi lapangan dilakukan. 


Pengalihan VSAT permanen pada VSAT portabel

Koordinasi antara Team Skyreach di Lombok dan Team di Jakarta mencapai pada putusan untuk melakukan pengalihan perangkat VSAT portabel AQYR dan Agilis menjadi VSAT C-Band. 


Pengalihan perangkat VSAT dilakukan pada Sabtu, 4 Agustus 2018 untuk Desa Madayin dan Desa Sembalun. Pertimbangan pengalihan infrastruktur VSAT menggunakan perangkat VSAT C-Band, yaitu:

1. Memiliki ketahanan terhadap air dan cuaca ekstrim.

2. Mampu digunakan dalam jangka waktu panjang.

3. Kapasitas kanal pita (bandwith) melebihi VSAT portabel. 

4. Didukung dengan antena portabel, jaringan yang bersumber pada C-Band dapat diperluas secara efisien. 


Pemeliharaan perangkat dilakukan oleh seorang teknisi Skyreach dialokasikan untuk bersiaga di wilayah bencana. Pada hari Minggu, 5 Agustus 2018 kembali terjadi gempa berkekuatan Magnitudo 7.0 yang membuat padamnya listrik di wilayah bencana. Kendala listrik yang padam diatasi dengan memanfaatkan alat pembangkit listrik untuk mengaktivasikan perangkat VSAT C-Band. 


Kebutuhan akses komunikasi data oleh warga dan aparat di wilayah bencana terbantu oleh karena telah terpasangnya VSAT permanen. Hingga saat ini VSAT C-Band telah dipasang pada 9 titik lokasi dengan sumber listrik PLN dan cadangan alat pembangkit listrik. 


Alat yang digunakan adalah:

1. Modem Newtec MDM3100.

2. BUC (transmitter) / Block Up Converter 5 watt C-band Agilis.

3. LNB Norsat PLL.

(Bandwidth Uplink1 Mbps dan Downlink 5 Mbps)


Manfaat Ketersediaan Sarana Telekomunikasi Data

Infrastruktur VSAT Skyreach yang telah dipasang pada lokasi wilayah bencana di Lombok, telah memberikan kontribusi positif bagi semua pihak khususnya untuk Instansi terkait, TNI, POLRI, aparat Desa, awak media, serta para warga korban bencana.

Dibawah koordinasi BAKTI (KemenKomInfo), Layanan Komunikasi Data Internet dari Skyreach, telah memudahkan berbagai pihak dalam mengirimkan informasi data terbaru dari lokasi bencana serta memudahkan dalam komunikasi terkait pendistribusian bantuan dari pihak luar untuk menuju lokasi bencana.


Kondisi Saat ini

Hingga saat ini, wilayah bencana Lombok sedang dalam masa rehabilitasi. Pemerintah pusat dan daerah Lombok berkoordinasi memantau perkembangan gempa, terutama guna memenuhi kebutuhan masyarakat pengungsi yang dirasakan penting dan mendesak. Berbagai aksi kemanusian dilangsung untuk memberikan bantuan dana dan logistik yang disalurkan untuk para korban dari berbagai penjuru wilayah di Indonesia. 


Rehabilitasi diselenggarakan pemerintah melalui perbaikan lingkungan bencana, perbaikan prasarana dan sarana umum, pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat, pemulihan sosial psikologis, pelayanan kesehatan, pemulihan sosial, ekonomi, dan budaya, pemulihan keamanan dan ketertiban, pemulihan fungsi pemerintahan dan pemulihan fungsi pelayanan public yang tersebar di sekitar 12 titik di seluruh NTB, Lombok, dan Sumbawa.

OTHER POST

NEWS

10 Jul 2021

Vaksinasi Gotong Royong Skyreach, Indofarma & Biofarma (pada Dosis Pertama)

Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru tahun lalu ditemukan. Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang.

FIND OUT MORE >

NEWS

10 Jan 2021

Bantuan Alat Komunikasi atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Pada 9 Januari 2021, pesawat tersebut jatuh ke perairan Kepulauan Seribu empat menit setelah lepas landas, menewaskan seluruh 62 orang didalamnya.

FIND OUT MORE >

NEWS

28 Nov 2020

Skyreach, doctorSHARE & BAKTI Kominfo untuk Fasilitas Komunikasi di Rumah Sakit Apung

Pemerintah berkomitmen dalam penyediaan fasilitas telekomunikasi yakni akses internet untuk fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di seluruh Indonesia. Penyediaan akses internet tersebut diberikan kepada faskes yang khususnya berada di wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) serta perbatasan.

FIND OUT MORE >

 

Kantor Pusat

Hermina Tower
Lantai 20, Suite A/B
Jl. HBR Motik No. 4, Kemayoran
DKI Jakarta  - 10610

Call Center

Phone:  +6221 - 3 100 100
Email:  info@skyreach.id

Untuk informasi

Hubungi kami